3.Anda tidak memiliki dana operasional yang memadai
Meski bisnis Triple-s hanya alih belanja namun sangat disarankan agar Anda punya
lebih sedikit uang lagi untuk membeli buku motivasi, formulir, bikin brosur,
hadiri
pertemuan dll.
Apakah berarti bisnis MLM adalah bisnis yang mahal untuk memulainya? Tentu saja
tidak. Coba bandingkan dengan bisnis lainnya. Untuk memulai berjualan bakso
saja, misalnya, Anda pasti butuh sekitar Rp. 5.000.000,- untuk membeli gerobak
dorong, bahan pokok, dll. Dan berapa lama kira-kira Anda bisa mengembalikan
modal tersebut?
Koreksi: Anda sebaiknya memulai bisnis MLM tidak dengan modal kosong. Paling
tidak Anda harus memiliki penghasilan tetap untuk menghidupi kebutuhan minimal
Anda sehari-hari entah dengan bekerja atau ambil untung dari berjualan produk
Triple-s. Jangan sampai Anda menghabiskan tabungan Anda untuk
mengerjakan bisnis MLM yang mungkin baru membuahkan suatu penghasilan 1 tahun
berikutnya.
4.Anda tidak mempunyai Mentor yang patut ditiru:
Walaupun banyak cara untuk mencapai sukses, tapi alangkah bagusnya apabila ada
yang mengajarkannya kepada Anda sehingga Anda tidak perlu susah-susah untuk
menemukannya sendiri. Seorang pakar pengembangan kepribadian ternama didunia
Anthony Robbins mengatakan: "Buat apa susah-susah mencari jalan, karena sudah
banyak orang lain yang melakukannya. Anda tinggal melakukan hal yang sama mereka
lakukan, maka Anda akan mendapatkan hasil yang sama pula."
Koreksi: Carilah di jajaran upline Anda siapa saja yang telah mencapai tingkat
kesuksesan seperti yang Anda inginkan. Kemudian tanyalah bagaimana 'resep' dan
strategi mereka hingga mencapai sukses.
5.Anda terjebak dalam "Management Trap"
Sebetulnya ada 2 macam "management trap" yang bisa menjadi penghambat utama
bisnis MLM Anda. Untungnya, solusi dari masalah tersebut semuanya tergantung
pada Anda sendiri. Pertama, Anda mengalami betapa sulit mensponsori seorang
distributor ke
Bisnis MLM Anda. Itu sebabnya begitu mendapatkan beberapa distributor, Anda
sedemikian kuatir kehilangan mereka. Segala cara apapun Anda lakukan untuk
'memberikan servis' agar mereka tidak kecewa dan berhenti mengerjakan bisnis MLM
Anda, mulai dari memberikan biaya operasional, downline, dll. Kita sering
terpaku dengan kebiasaan mensponsori distributor baru dan memberikannya kepada
distributor yang 'malas, diorganisasi kita dengan harapan mereka akan
'termotivasi' untuk menjadi aktif. Berapa kali atau berapa persentase
keberhasilannya? Paling banyak 1 atau 2 %.
Motivasi adalah suatu sifat dari dalam diri kita sendiri, bukan dari luar.
Sering seorang Distributor memohon 'beri saya downline dong, biar semangat.'
Seharusnya distributor tersebut memberikan ijazah dulu kepada anaknya biar giat
sekolah? Atau, sering kita mendengar distributor merengek 'upline harus bantuin
downline dong, biar termotivasi untuk bekerja.' Ingat, tugas upline atau sponsor
memang membantu, tapi hanya dalam hal support atau training dan bukan memberi
downline, brosur uang pendaftaran, dll.
Seorang distributor sukses mempunyai kepribadian seorang leader dari awal, bukan
setelah mendapat kucuran downline dari uplinenya. Bahkan semua distributor
sukses dengan bonus ratusan juta per bulan memiliki suatu kesamaan: mereka
menghormati jajaran sponsor dan upline mereka, tapi mereka tidak menggantungkan
bisnis mereka kepada para sponsor tersebut. "Saya lebih berkonsentrasi membina
organisasi saya, sebab dari merekalah saya dapat mencapai impian saya." Ungkap
Debra seorang ibu rumah tangga dengan bonus lebih dari Rp. 1 Milyar per bulan.
"Saya jarang ngobrol dengan upline, sebab sibuk dengan downline saya. Namun saya
yakin upline saya tidak keberatan." Siapa yang keberatan punya downline dengan
bonus bulanan Rp. 1 Milyar????
Seharusnya Anda justru banyak melakukan seleksi untuk memilih dengan siapa Anda
sebaiknya melakukan investasi waktu dan pembinaan. Ada pepatah klasik di MLM
yang mengatakan: "Jangan mengirim anak ayam ke sekolah rajawali." Artinya semua
orang memang mengatakan ingin sukses, kaya, dsb., tapi hanya sebagian kecil yang
betul-betul mau bekerja sesuai dengan komitmennya.
Sebagian besar dari organisasi Anda akan terdiri dari konsumen partimer MLM
mereka yang mengerjakan bisnis ini belum secara penuh, baik waktu maupun
komitmen. Tapi tugas dan strategi Anda adalah membina mereka yang memiliki
komitmen 100%, karena walaupun jumlah mereka sedikit, tapi merekalah yang akan
membuat Anda "pensiun kaya". "Saya hanya bekerja dengan 5 top leader setiap
bulan hanya mereka yang memberikan komitmen 100% pada bisnis ini," kata
Stefanus, penghasil bonus bulanan $400,000+. "Untuk mendapatkan 5 top leader
tersebut, biasanya saya harus sponsor lebih dari 50 orang dan sering bahkan saya
harus meneliti hingga kedalaman jaringan saya, mereka tidak selalu di level
pertama."
Management Trap berikutnya adalah anggapan bahwa kita MEMILIKI downline kita
selamanya dan seutuhnya. Seringkali tanpa sepengetahuan kita beberapa anggota
downline keanggotannya 'expired' atau kadaluwarsa. Kemudian beberapa saat
kemudian distributor tersebut bergabung lagi dengan sponsor yang berbeda, maka
'mantan' upline atau sponsornya menjadi marah. Ingatlah bahwa MLM adalah bisnis
'sukarela' dalam arti kita tidak bisa memaksa seseorang untuk bekerja sesuai
dengan kemauan kita. Ibaratnya kita telah cerai dengan pasangan kita, apakah
kita akan marah kalau dia kencan dengan orang lain? Seharusnya kita justru harus
memberikan semangat agar distributor tersebut lebih sukses dengan jajaran
uplinenya yang baru.
Koreksi: Pertama, buatlah suatu sistem dimana Anda bisa terus menerus
mensponsori member baru. Ingat, New members = new blood = new life. Sponsori
semuanya langsung oleh Anda hingga Anda menemukan 3-5 individual yang betul-
betul komitmen untuk sukses apapun resikonya. Berikan training kepada individual
tersebut. Setelah mereka mandiri dalam 2-3 bulan, carilah lagi member baru untuk
menggantikan mereka yang telah mandiri. Kemudian pantaulah perkembangan para
leaders Anda: diskusi, presentasi dan bila perlu beramh-tamah untuk mempererat
hubungan. Ajarkan kepada mereka untuk melakukan hal yang sama terhadap para
leaders mereka. Artinya, duplikasikan kepedulian Anda kepada seluruh organisasi
Anda.
6.Anda tidak mempunyai komitmen.
Kita sering mendengar distributor MLM mengatakan: saya mengerjakan 3 perusahaan
MLM dengan produk yang berbeda: food supplement, tas dan oli mobil karena saya
punya pangsa pasar yang berbeda. Seharusnya distributor diatas membuka
supermarket untuk memenuhi kebutuhan pangsa pasarnya yang berbeda.
Kenapa distributor dengan lebih dari 1 MLM gagal di bisnis ini? Bisnis MLM
adalah bisnis duplikasi, jadi Anda akan menduplikasikan etika dan cara kerja
Anda kepada organisasi Anda- hal yang baik maupun hal yang buruk. Bayangkan,
bila Anda mengerjakan MLM A dan MLM B, maka downline Anda dari MLM A akan
mengerjakan MLM A dan MLM C. Kemudian downlinenya lagi akan mengerjakan MLM C
dan MLM D. Maka akhirnya Anda tidak memiliki organisasi yang berjalan sesuai
dengan sistem.
'Saya akan komit ke satu perusahaan kalau bonusnya sudah besar?." Begitu kira-
kira alasan klasik distributor. Tapi pernahkah kita berpikir:'Bonus teman saya
besar karena selama ini komit hanya ke satu perusahaan?'
Dari 100 penghasil terbesar MLM yang pernah dipublikasikan oleh Upline Magazine,
tidak seorangpun dari mereka yang mengerjakan lebih dari 1 perusahaan.
Selain komitmen terhadap satu bisnis MLM, Anda juga perlu komitmen terhadap
target Anda sendiri. Istilahnya: It's now or never!
Target yang jelas (Kesalahan no. 2) dan komitmen sebetulnya merupakan satu
kesatuan yang saling mendukung. Kadang-kadang kita merasa frustrasi dengan
perkembangan bisnis kita, tapi selama kita tetap berkomitmen untuk mencapai
target, kita akan kembali bersemangat.
Koreksi: Jangan memulai bisnis MLM di lebih dari 1 perusahaan karena Anda tidak
akan fokus dan bertanyalah pada diri Anda, apa yang Anda bersedia lakukan untuk
mencapai semua target Anda? Kemudian jangan menyerah sebelum target tersebut
tercapai.
7.Anda tidak belajar untuk sukses dan mandiri
Kemampuan apa saja yang Anda perlukan untuk sukses dalam bisnis MLM? Atau lebih
tepat, apa saja yang harus Anda lakukan? Cukup sederhana:
a. Konsumsi produk-produk MLM Anda, jadilah "product of the products"
b. Lakukan promosi offline dengan memberikan presentasi yang optimal dan terus
menerus untuk mensponsori distributor baru.
c. Lakukan promosi online untuk mensponsori distributor baru dan binalah secara
online.
c. Lakukan training kepada organisasi Anda agar menduplikasikan ke-3 hal
tersebut diatas.
Sederhana, bukan? Tapi berapa banyak distributor yang melakukannya? tanpa
mempercayai dan mengkonsumsi sendiri produk MLM Anda, sangatlah sulit untuk
membuat orang lain mengkonsumsinya untuk jangka waktu yang panjang. Ingat, tidak
semua distributor akan menghasilkan bonus yang besar di organisasi Anda.
Tapi selama mereka mempercayai dan mengkonsumsi produk, Anda akan terus
mendapatkan bonus. Produk adalah "kunci utama" apakah Anda akhirnya akan bisa
pensiun dari bisnis MLM Anda (baru system bonus yang menentukan seberapa besar
"uang pensiun" Anda tersebut).
Seringkali distributor MLM tidak mau belajar bagaimana memberikan presentasi,
apalagi training. Padahal presentasi adalah nafas hidup bisnis MLM Anda. Bahkan
pernah sewaktu menghadiri sebuah presentasi MLM, seorang distributor mengeluh
bahwa presentasi yang dilakukan oleh pihak perusahaan tidak pernah berubah, jadi
banyak distributor yang sudah bosan. Kami bertanya walaupun sudah sangat menduga
bagaimana perkembangan organisasi MLM distributor tersebut. Jawabannya: tidak
berkembang sama sekali. Jelas bahwa distributor tersebut salah kaprah dalam
menerima suatu presentasi yang ditujukan untuk CALON DISTRIBUTOR, bukan untuk
distributor yang sudah aktif. Bagi seorang calon distributor, presentasi seperti
apapun adalah BARU.
Harvey Connors, seorang senior bisnis MLM bahkan membuat system dimana
distributornya memberikan presentasi yang sama selama bertahun-tahun. "Anda
bahkan harus ikut tertawa saat mendengarkan lelucon yang sama. Puluhan kali.
Ratusan kali," katanya. Hasilnya, bonus ratusan juta perbulan dan puluhan ribu
organisasi yang berkebang terus.
Koreksi: kembalilah ke ilmu dasar MLM, yaitu, mengkonsumsi produk sendiri,
sponsori member baru(terus-menerus), dan duplikasikan ke-2 hal tersebut kepada
seluruh organisasi Anda. Memang tidak mudah untuk sukses di MLM, tapi juga tidak
serumit yang masyarakat umum perkirakan. Paling penting, kenalilah manfaat
produk secara global dan bagaimana memberikan presentasi yang efektif.
Nah, kini Anda bisa menganalisa apakah Anda melakukan "kesalahan" klasik diatas?
Anda sebaiknya menyadari dan mengakui kesalahan mana yang Anda lakukan dan Anda
DUPLIKASIKAN. Perbaiki kesalahan tersebut dan mulailah mengerjakan bisnis MLM
seperti layaknya mereka yang sukses. Dan yang terpenting, jangan Anda pernah
merasa putus harapan dengan bisnis ini karena kesalahan di masa lampau.
Anthony Robbins selalu mengatakan: "Sukses berasal dari tindakan benar, tindakan
yang benar berasal dari pengalaman, pengalaman berasal dari suatu kesalahan atau
bad judgement." Nah, jadi kesalahan dimasa lampau tidak ada artinya apabila Anda
bersedia menyadari dan memperbaikinya.
Jumat, 01 Mei 2009
Langgan:
Poskan Komentar (Atom)

0 komentar:
Poskan Komentar